Jasad Bocah Yang Hanyut Di Bogor Ditemukan Di Lenteng Agung

  • Whatsapp

Radiomuara.id / Jakarta, 17 Feb 2021

Jasad SF (9 tahun) bocah yang tenggelam di Sungai Ciliwung, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor berhasil ditemukan setelah enam hari pencarian. SF ditemukan di daerah Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (15/2) pagi.

Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Maruli Sinambela mengatakan, titik penemuan korban berjarak 30 kilometer dari lokasi kejadian.

“Kami dari awal sudah melakukan pencarian selama enam hari. Alhamdulillah korban ditemukan 30 kilometer dari titik awal, di daerah Lenteng Agung atau di wilayah Polsek Jagakarsa,” ujar Maruli ketika ditemui awak media di kediaman korban, Selasa (16/2).

Dia menjelaskan, warga dan tim gabungan disebar di beberapa titik sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Dalam proses pencarian, tim gabungan mengalami kendala karena derasnya arus dan tingginya volume air. Ditambah lagi dengan banyaknya tumpukan sampah.

“Ada kendala karena derasnya arus dan tingginya volume air, banyak palung atau jeram, dan tumpukan sampah. Dan kami sedikit banyak mengalami kesulitan. Alhamdulillah kemarin korban dapat ditemukan,” ujar Maruli.

Setelah ditemukan warga sekitar, jasad SF dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk diautopsi dan dilakukan pemulasaran. “Korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan pemulasaran di sana,” ucapnya.

Penemuan SF berawal dari tiga orang warga mendapati jasad tanpa identitas ditemukan mengambang di Kali Ciliwung di Jalan Lagga Raya, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (15/2) sekitar pukul 05.30 WIB. “Korban Mr X, laki-laki. Usianya sekitar sembilan tahun,” kata Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono sebelumnya.
Bayu mengatakan, warga yang melihat mayat tersebut mencoba menariknya ke atas agar tidak kembali terseret arus. Namun, mayat itu justru sempat kembali hanyut sehingga warga mengejarnya dengan perahu milik petugas kebersihan.
“Setelah berhasil diraih, warga mengikat tangan kiri mayat itu agar tidak terbawa arus. Kemudian saksi melapor ke Ketua RT dan dilaporkan ke Polsek Jagakarsa,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *