Kasus Ahli Waris, Seorang Warga Hidup terisolasi Bersama Keluarga

  • Whatsapp

Radiomuara.id/Ciledug, 12 Maret 2021

Rumah seorang warga Ciledug di Jl. Akasia 1 RT004/RW003 Kel. Tajur, Kec, Ciledug, Tangerang baru-baru ini menjadi sorotan media. Pasalnya akses masuk ke rumah tersebut dipasang tembok beton setinggi 3 meter oleh orang yang mengaku ahli waris tanah.

Acep Munir (30) salah satu penghuni rumah menceritakan, pemasangan tembok ini sudah berlangsung sejak 2019 lalu.

“Penutupan akses tembok sejak 2019” kata Acep

Dirumah tersebut Acep tinggal bersama orang tua, istri, Kakak, anak dan 2 keponakannya. Mereka adalah Ibu Ani (60), Deshi (27), Anna (32), April (5), Dinda (3) dan Adelya (4).

“Di rumah tinggal ada 7 orang, 4 orang dewasa dan 3 anak-anak. Saya, Ibu Ani, Deshi (istri), Anna, April, Dinda dan Adelya” ujar Acep.

Acep dan keluarganya harus memanjat tembok beton setiap hendak keluar rumah. Ia khawatir dengan keluarganya sebab di salah satu bagian tembok ada kawat berduri. Belum lagi saat musim hujan, tembok menjadi licin.

“Anak-anak kan masih sekolah. Jadi setiap hari mau keluar antar jemput sekolah harus panjat tembok. Sering banget kepeleset kalo hujan, licin itu, ada kawat duri juga” tuturnya.

Selain itu Acep juga menitipkan kendaraan pribadi di rumah tetangganya yang dengan sukarela menyediakan tempat parkir.

“Kendaraan dititip di rumah tetangga. Sukarela aja gak diminta bayaran parkir” katanya.

Sebelumnya video yang memperlihatkan sejumlah pria sedang memasang tembok beton di rumah Acep viral di media sosial. Diduga rumah tersebut berada dilahan sengketa milik ahli waris.

Dikutip @inewsdotid , Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana mengonfirmasi peristiwa penutupan pagar rumah tersebut. Menurutnya, persoalan itu dipicu sengketa tanah antar warga. Kasusnya pun telah dilaporkan ke Mapolresta Tangerang.

“Kalau tidak salah itu masalah sengketa tanah. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Metro Kota Tangerang. Dari kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah berupaya mediasi kedua belah pihak,” katanya.

Penutupan pagar rumah dilakukan salah satu warga bernama Ruli, ia mengklaim jalan itu milik orangtuanya. Persoalan itu sudah sampai tingkat kelurahan, Kecamatan dan Pemkot Tangerang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *