Musisi Reggae Steven N Kaligis Meninggal Dunia

  • Whatsapp

Radiomuara.id / Jakarta, 22 Juni 2021

Kabar duka cita datang dari dunia musik Tanah Air yang kembali kehilangan salah satu musisi terbaik. Steven N Kaligis vokalis Steven & Coconut Treez’ meninggal dunia, Selasa, 22 Juni 2021 pukul 07.30 WIB.

Kabar meninggalnya sang vokalis musik reggae Steven & Coconut Treez ini disampaikan oleh pengamat musik Adib Hidayat melalui akun instagramnya.

Telah berpulang saudara kami Steven N. Kaligis (Tepeng) pada hari Selasa, 22 Juni 2021 pukul 07.30 wib. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisi Allah SWT, dilapangkan dan diterangi kuburnya serta segala kekhilafan almarhum diampuni Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin Ya Robbal Alaamin. Keluarga besar Coconuttreez,” tulis Adib melalui akun Instagramnya.

Namun belum diketahui penyebab meninggalnya vokalis musik Reggae tanah air kelahiran, Pekanbaru, 3 Januari 1975 ini.

Steven & Coconuttreez merupakan sebuah grup musik bergenre Reggae dibentuk oleh Steven N. Kaligis pada tahun 2005. Anggotanya berjumlah 7 orang yaitu Steven N. Kaligis (vokal), A Ray Daulay (gitar), Teguh Wicaksono (gitar), Rival Himran (bass), Iwan (keyboard), “Opa” Tedy Wardhana (perkusi) dan Aci (drum).

Album pertamanya ialah The Other Side dirilis pada tahun 2005. dengan lagu hit’s nya “Welcome To My Paradise” Steven & Coconuttreez mampu membangkitkan kembali gairah industri musik reggae di Indonesia setelah sekian lama mati suri ( terakhir di tahun 1994 lagu Reggae di indonesia sempat populer melalui penyanyi Imanez dengan lagu anak pantai).

Pada tahun 2009 Steven & Coconuttreez memutuskan untuk vakum dari blantika musik Indonesia dikarenakan beberapa personil anggotanya ingin bersolo karier.

Setelah nyaris vakum selama satu dekade, Steven & Coconut Treez memutuskan kembali. Di akhir tahun 2019, mereka merilis single ‘Fallin’ yang menandai kembalinya mereka.

Para personel Steven & Coconut Treez mengungkapkan alasan di balik keputusan mereka untuk vakum.

“Kemarin itu mungkin ada titik jenuh, jadi kalau dipaksain making ngaco, makin buyar beneran. Jadi akhirnya ya udah deh memutuskan untuk cari angin dulu, cari ombak bagus nanti balik lagi. Enak jadinya,” tutur bassist Rival Himran.

Steven menambahkan di balik keputusan untuk vakum, sebenarnya sempat terjadi selisih paham pada band mereka saat itu. “Yang nyebabin itu ya berantem juga,” ungkapnya.

Saat beristirahat dari Steven & Coconut Treez, masing-masing personel menjalani proyek musiknya masing-masing. Akan tetapi pada akhir mereka menyadari bahwa rumah mereka memang satu group.

“Jadi masing-masing nyoba apa yang mereka pengen dilakuin kalau nggak sama band, dia lakuin apa nih yang nggak bisa dilakuin di band, jadi ya sudah semuanya eksplor. Proses belajar sih,” ujar Steven

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *