Rio Gebze, Penerus Gelar ” The King Of Brother Heart “

  • Whatsapp

Radiomuara.id / Jakarta, 24 Juni 2021

Solois pendatang baru, Rio Gebze merilis single hits ”Jangan Kembali” yang potensial mengangkat pamornya sebagai penerus ‘The King of Broken Heart’ versi pop.

Lagu bernuansa mellow ini diciptakan berdasarkan pengalaman nyata saat diselingkuhi istrinya beberapa tahun silam.

Setelah Didi Kempot tiada, Rio tampaknya akan mewarisi gelar ‘The King of Broken Heart’ baru versi genre lagu pop. Keyakinan beberapa musisi terhadap masa depan artis pendatang ini cukup beralasan. Dari sisi kualitas, vocal penyanyi 27 tahun ini masuk grade A yang sekilas mengingatkan karakter Sammy Simorangkir, vokalis grup Kerispatih. Ditambah kemampuan penjiwaan yang begitu dalam, tak mustahil Rio akan menyeruak industry entertainment yang sedang hits di masa pandemic ini.

Gimana nggak menjiwai. Lagu ini adalah cerita nyata hidup gue saat mantan selingkuh dengan teman sendiri. Makanya waktu nulis lagu dan lyriknya, feelnya dapat banget,” timpal pria kelahiran Subang 28 Mei 1994 tersebut, memaparkan pengalaman perihnya beberapa tahun lalu.

Kendati mengaku sudah bisa move on dari broken heartnya bersama pasangannya sekarang, nyatanya Rio masih bisa menuangkan rasa hatinya menjadi karya lagu yang pedih menggigit.

Jadi buat temen-temen yang pernah ngalamin perihnya dikhianati, gue berpesan tetap tegas, dan terus berkarya,” tambahnya simpatik.

Single ‘Jangan Kembali’ ditulis oleh Rio, baik lagu maupun liriknya, dan akan dirilis 30 Juni nanti. Proses penyelesaian single perdana ini mendapatkan dukungan beberapa musisi ternama Indonesia antara lain Opung Irwan yang bertindak sebagai composer serta Bowo Soulmate pada posisi vocal dir, dengan produser Karina de vega dan executive produser dipegang langsung oleh Bunda Aini Gebze.

Suara emas Rio terasah melalui perjalanan panjang di dunia hiburan. Ia mengawali karir bermusik dari panggung ke panggung, bahkan sejak umur 8 tahun. Menginjak usia 13 tahun, ia mulai bernyanyi secara komersial, khususnya di genre music pop. Dan kini, setelah perjalanan itu berlangsung selama 14 tahun, Rio masih menganggap panggung sebagai sarana untuk mendapatkan pembelajaran guna meningkatkan kemampuan vokalnya.

Tak hanya dari kualitas vokal, modal Rio terjun di dunia entertainment juga didukung penampilan yang menyegarkan mata, terutama bagi kaum hawa. Pembawaannya menjadi semakin harmonis karena ia memiliki tutur kata dan gaya bicara yang lembut dengan pembawaan santun bersahaja.

Penampilan (fisik) bukan segalanya. Saya sadar yang paling penting saat membawa diri di dunia entertainment adalah kemampuan bernyanyi dan komunikasi,” tepisnya rendah hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *